Workhshop Mini Menuju Desa Ekowisata Bahari

Workhshop Mini Menuju Desa Ekowisata Bahari


     (7/29/2017)-Pesona Potensi Wisata Kombang, Desa Kombang Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep acara sosialisasi terkait potensi wisata yang dimiliki oleh masyarakat desa kombang, yang diadakan oleh mahasiswa kkn 01 universitas trunojoyo Madura yang bertempat di balai desa kombang sebagai salah satu progam kerja utama yang diadakan pada pukul 08:00-12:00 hari sabtu, 29 juli 2017 berjalan sesuai dengan harapan dari diadakannya sosialisasi tersebut walaupun rencana mendatangkan pihak dinas pariwisata kabupaten sumenep sebagai stakeholders terkait pengembangan wisata lingkup kabupaten sumenep dan kepala desa bersama jajaran pernagkat desa kombang sebagai stakeholders yang berwenang terhadap segala apa yang terjadi di desa kombang tidak dapat menghadiri dengan alasan urusan yang urgen untuk dihadiri, pembahasan workhshop mengenai pengembangan potensi yang ada di desa kombang antara lain : Pantai Ponjuk, Jembatan Cinta Dan Gili Labak.
    Desa kombang yang menjadi desa yang paling potensi di sector wisatanya dibanding desa lain di kecamatan talango bahkan sumenep ini menjadi topik yang tepat untuk lebih dikaji secara mendalam, dengan berbagai keindahan yang menjadi tujuan utama para wisatawan domestic dan mancanaegara misalnya di pulau gili labak akan tetapi kurang bahkan tidak berdampak terhadap masyarakat secara keseluruhan desa kombang, padahal salah satu pulau yang menjadi bagian dari desa. Dari hal tersebut perlunya sosialisasi untuk setidaknya menyadarkan masyarakat secara lebih khusus para pemuda dan aparatur desa karena dengan merekalah desa kombang dapat berkembang dan mengerakan perekonomian masyarakat.’’ujar koordinasi desa kkn 01 univertitas trunojoyo’’.
     Lapisan masyarakat baik pemuda desa dan juga aparatur desa kombang dapat hadir dalam mengikuti acara tersebut, dengan pembicara utama yaitu Fandi Rosi Sarwo Edi, S.K.M., S.Psi., M.Psi., selaku dosen progam studi psikologi universitas trunojoyo Madura, bangkalan. Sampai dengan acara inti pemaparan materi oleh pembicara utama bagaimana potensi yang dimiliki oleh desa dengan berbagai data sekunder dari pemerintah kabupaten sumenep dapat tercermin bagaimana potensi yang tersembunyi yang ada di desa, dalam sesi Tanya jawab berbagai permasalahan dapat tergambar dari pernyataan yang disampaikan oleh para pemuda desa kombang tidak hanya terkait ketidaksetujuannya terhadap usulan progam pengembangan potensi wisata di desa kombang dengan berbagai faktor terutamanya masalah tidaksesuaian dengan pemahaman terkait dengan keagaman mereka merasumsi bahwa dengan pengembangan wisata tersebut akan berdampak terhadap kondisi nilai-nilai social yang ada dimasyarakat atau akan menimbulkan dampak negatif yaitu munculnya perbuatan atau budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai social yang akan merusak adat istiadat dan budaya yang dijunjung tinggi masyarakat desa kombang, dengan pemaparan dari pemateri bahwa tidak akan ada dampak negatif yang akan diterima oleh masyarakat jika mereka menerapkan regulasi dengan benar sesuai dengan kondisi adat-istiadat mereka dan para wisatawan akan menyesuaiakan dengan aturan tersebut jika ingin berkunjung seperti yang diterapkan di objek wisata gili trawangan yang menjunjung nilai yang dianut masyarakat dengan menerapkan regulasi di objek wisata pantai dengan konsep syariah, faktor mendasar kesalahan penafsiran terhadap pariwisata dengan agama.
      Pertanyaan berikutnya yang disampaikan oleh perwakilan pemuda mereka merasa pesimis dengan rencana pengembangan tersebut dengan sebab kerusakan potensi wisata oleh masyarakat sendiri yaitu dengan kegiatan pengerukan pasir yang berakibat tidak adanya pasir putih yang indah dapat menjadi wisata unggulan di desa, pemateri dengan tegas jika ingin mengembangkan wisata harus ada sinergi antara masyarakat umum dan aparatur pemerintah baik desa maupun kabupaten sumenep sehingga masalah yang dihadapi dapat terselesaikan terutama masalah aturan aktivitas yang dapat merusak keindahan wisata akibat aktivitas illegal untuk kepantingan pihak tertentu. Mereka sudah semaksimal mungkin melakukan pengawasan terhadap kebijakan yang diterakan dan mengajukan surat penolakan kepada aparatur desa dan pemerintah kabupaten sumenep akan tetapi tidak mendapat respon yang sesuai harapan. Sehingga apa yang harus dilakukan lagi untuk mengatasi masalah tersebut dan sekalian ada mahasiswa kkn di desa kombang untuk dapat menaungi aspirasi kami untuk mendapatkan tanggapan oleh pihak pemerintah dan apakah perlu melakukan aksi demontrasion untuk meluapkan anspirasi ini, pemateri memberikan tangggapan jika memang aktivitas tersebut dilakukan oleh massyarakat atau aparatur desa sendiri makan boleh menerapkan regulasi untuk larangan dalam melakukan segala aktivitas yang dapat merusak potensi wisata yang ada di desa kombang dan jika aktivitas tersebut dilakukan oleh piak luar maka harus dapa izin dari pemerintah kecamatan dan juga kabupaten. Asalkan dapat menerima dampak yang akan timbul dari regulasi tersebut misalnya pembangunan yang menjadi agak sulit karena keterbatasan input yang di datangkan dari luar dengan kondisi wilayah pulau dan biaya yang tidak sedikit.
   Acara lanjutan yang akan diadakan beberapa hari kedepan yaitu pembentukan pokdarwis (kelompok sadar wisata) desa kombang yang akan dihadiri oleh pemuda desa dan aparatur pemerintah desa untuk dapat bersinergi dalam melakukan langkah awal pengembangan wisata bahari desa kombang menjadi identitas desa kombang yaitu desa ekowisata bahari desa kombang.

Label:PARIWISATA , ,

Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.